tugas ke 2 kreatifitas

Bab 2
PENDEKATAN EMPAT P DALAM KREATIVITAS
A.    Makna dari pengembangan kreativitas
Mengapa kreatifitas begitu bermakna dalam hidup? Mengapa kreativitas perlu di pupuk sejak dini dalam diri anak? Alasannya adalah
1.      Karena dengan berkreasi anak dapat mewujudkan (mengaktualisasikan) dirinya,dan perwujudan diri merupakan kebutuhan pokok tertinggi dalam kehidupan manusia, (maslow,1978).dan merupakan investasi dari individu
2.      Kreativitas atau berpikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah, yang dimana saat ini belum diperhatikan dalam pendidikan (Guilford,1976)
3.      Kreativitas juga memberikan kepuasan kepada individunya.
4.      Kreativitas juga dapat meniggkatkan kualitas hidup manusianya.
B.     Teori Empat P yang Melandasi Pengembangan Kreativitas
1.      teori tentanng pembetukan pribadi kreatif
a.       teori psikoanalisis
psikoanalis melihat kreativitas sebagai hasil dari mengatasi suatu masalah ,yang biasanya dimulai dari masa kanak-kanak.
1)      Teori freud
Sigmud freud (1856-1936) mengatakan bahwa proses kreatif dari mekanisme pertahanan, yang merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat diteriman. Dan freud percaya bahwa meskipun kebnayakan mekanisme perthanan menghambat tindakan kreatif ,mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama dari kreativitas.
2)      Teori kris
Emest kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi (beralih dari prilaku sebelumnya yang akan memberi kepuasan,jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif. Seseorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bisa seperti anak dalam pemikiran mereka. Dengan demikian mereka mampu untuk melihat masalah-masalah dengan  cara yang segar dan inovatif untuk “regress in the service of the ego “
3)      Teori jung
Carl jung (1875-1961) juga percaya bahwa ketidak sadaran memainkan peran yang amat penting dalam kerativitas tingkat tinggi.
b.      Teori humanistik
Teori humanistik berbeda dengan psikoanalis dalam memandang kreatifitas. Humanistik melihat kreatifitas sebgai hasil kesempatan tinggkat tinggi dan dapat terus berkembang dan tidak terbatas pada lima tahun pertama.
1)      Teori maslow
Menurut maslow (1908-1970) manusia memiliki naluri-naluri yang mendasarinya sebgai suatu kebutuhan (kreatifitas).proses perwujudan diri ini erat kaitannya dengan kreativitas ,dimana bebas dari neurosis dan orang mampu mewujudkannya secara hakiki. Mereka dapat mencapai apa yang mereka inginkan yang disebut oleh maslo “peak experience”.
2)      Teori rogers
Menurut rogers (1902-1987) tiga kondisi pribadi kreatif
a.      Keterbukaan terhdap pengalaman.
b.      Kemmapuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokaknya
c.       Kemampuan untu bereksperimen untk “bermain” dengan konsep.
Penjelasan tentang kreativitas berbeda antara psikoanalisis dan humanistik, dimana keduanya memiliki makna tersendiri tentang kreativitas. Teori psikoanalisis menekankan pada ketidaksadaran dan timbulnya kompensasi dari masa anak yang sulit , sedangkan teori humanistik lebih menekankan pada kesehatan psikologisnya yang memungkinkan seseorang mengatasi masalah kehidupan.
C.    Ciri-ciri kepribadian kreatif  
Treffinger mengatakan bahwa pribadi yang kreatif biasanya lebih terorganisasi dalam tindakan. Rencana inovatif serta produk orisinal mereka telah pikirkan dengan matang lebih dahulu,dengan mempertimbangkan masalah yang mungkin timbul dan implikasinya.
Siswa yang kreatif biasanya memiliki rasa humor yang tinggi ,lalu dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang,dan memiliki kemampuan untyk bermain ide,konsep atau kemungkinan-kemungkinanyang dikhayalkannya. Siswa krertif lebih serius dari pada orang yang berbakat.ciri lain mereka juga lebih misterius dan tertarik dengan hal-hal yang rumit. Dalam hal prilaku mereka yang kreatif lebih menonjol dimasyarakat ,seperti lebih berani,mekiliki pendirian dan keyakinan yang kuat intuitif,ulet,tidak bersedia menerima pendapat dengan begitu saja.
2.      Teori Tentang “press”
a.    Motivasi untuk kreatifitas
Dorongan ini mereupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi diri sepenuhnya (rogers, dalam vernon,1982). Dorongan yang ada pada setiap diri individu bersifat internal.
b.       Kondisi eksternal yang mendorong perilaku kreatif
Menurut pengalaman rogers dalam psikoterapi,penciptaan keamanan dan kebebasan psikologis memungki kan timbulnya kreatifitas yang konstruktif.
3.      Teori tentang proses kognitif
a.       Teori Walls
Teori walls yang dikemukakan tahun 1926 menyatakan bahwa proses kognitif meliputi empat tahapa (1) persiapan,(2)inkubasi (3)imuinasi, dan (4)verifikasi.
Pada tahap pertama,seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan cara berpikir ,mencari jawaban,bertanya kepada orang. Tahap kedua kegiatan mencari data/informasi tidak dilnjutkan. Tahap inkubasi iala tahap dimana individu seakan-akan melepaskan diri untuk sementara dari masalah tersebut. Dan tahap verifikasi atau tahap evaluasi adalah tahap dimana ide atau kreasi baru harus diuji realitasnya.
b.      Teori tentang belahan otak kanan dan kiri.
Hampir setiap manusia mempunyai sifat yang lebih dominan maka otak dikuasai oleh hemisfer yang bertentangan yang biasanya orang lebih mengunakan tangan kanan(berarti dominasi belahan otak kiri)
4.      Teori tentang produk kreatif
Croplye (1994) menujukkan hubungan antara tahap-tahap proses kreatif(Wallas) dan produk yang dicapai. Ia menekankan bahwa perilaku kreatif melakukan kombinasi antara ciri-ciri psikologis yang bertinteraksi sebgai hasil dari berpikir konvergen atau intelegensi.
Pemikiran divergen mengabungkan unsur-unsur dengan cara tidak lazim atau diluar dugaan(kreatif),konstruktif konfigurasi tersebut tidak memerlukan berpikir konvergen dan divergan saja,tetapi juga motivasi prilaku seseorang.
a.      Hukum paten dalam penilaian dalam produk penemuan
b.      Model dari besemer dan treffinger
Besemer dan treffinger menyarankan bahwa produk kreatif dapat digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu (1)kebaruan (novelty), (2) pemecahan (resolution), serta (3) kerincian (elaboration) dan sintesis ,masing-masing dari ketiga kategori ini meliputi sejumlah atribut. Modal ini disebut :creative product analysis matrix”(CPAM).
c.       Model penialain kreativitas dalam mengarang
Skala penilaian tersebut meliputi empat kriteria dari berpikir kreatif, yaitu
1.      Kelancara : didasarkan atas jumlah kata yang digunakan dalam karangan.
2.      Kelenturan (fleksibilitas)
-kelenturan dalam struktur kalimat
- kelenturan atas konten dan gagasan
3. keaslian(originalitas): sejauh mana konten atau gaya pemikiran karangan menunjukan orisinalitas,dibandingkan dengan karangan yang isi dan gaya penulisannya menunjukkan stereotip.
4. kerincian (elaborasi ,kekayaan): kemampuan untuk membubui atau menghiasi cerita sehingga tampak lebih kaya
D. Strategi 4P dalam pengembangan kreativitas
Kreativitas : pribadi ,pendorong,proses dam produk (4p)
1.      Pribadi
Kreativitas adalah ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Ungkapa kreatif ialah seseutau yang mencerminkan orisinilitasan dari individu tersebut. Dengan keunikan yang dimiliki oleh tiap individu diharapkan individu tersebut menibulkan ide-ide yang inovatif ataupun produk yang inovatif.
2.      Pendorong (press)
Bakat kreatif  siswa akan terwujud jika adanya dorongan dan dukungan dari lingkungan ataupun adanya dorongan yang kuat dari dalam dirinya untuk menghasilkan sesuatu.lingkungan dapat mendukung bahkan juga dapat menghambat kreativitas seseorang jika lingkungan tersebut tidak dapat menunjang kekereativitasan seseorang tersebut. Dan juga harus ada penghargaan terhadap sesuatu yang dikerjakan oleh siswa tersebut.
3.      Prosses
Didalam mengembangkan kreativitas seseorang anak harus diberi ruang untuk dapat mengekspresikan dirinya secara kreatif dengan sarat tidak merugikan orang lain atau ligkungan orang lain.untuk mewujudkan itu semua diperlukan adanya proses .
4.      Produk
Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk yang kreatif yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungannya, yaitu sejauh mana keduanya mendorong (press) seseorang untuk melibatkan dirinya dalam kesibukan ,kegiatan yang kreatif.
D.    Strategi 4P untuk pelatihan tentang kepemimpinan
Kreativitas dapat ditinjau dari bebrapa dimensi :
1.      Perspektip yang berkaitan dengan pendorong,proses,pribadi dan produk
2.      Dapat di tinjau dari melihat 5W dan 1H(who,why,what,where,how)
3.      Dimensi lainnya dapat dilakukan di dalam keluarga,sekolah dan masyarakat.




posted under | 0 Comments

tugas inividu pertama (kreatifitas)

Bab 1
Dasar pertimbangan,kebijakan, dan konsep
keberbakatan dan kreativitas
A.    Dasar pertimbangan untuk pengembangan kreativitas
Didalam pengembangan kreativitas ada 7 dasar pertimbangan  yang digunakan sebagai dasar pengembangan kreativitas.

1.      Hakikat pendidikan
Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan diri individu,dan setiap individu mempunyai bakat dan kemampuan yang berbeda-beda dan oleh karena itu pendidikan yang diberikan kepada individu pun berbeda-beda sesuai dengan kemampuan atau bakat yang dimilikinya. Tujuan diberikannya pendidikan yaitu untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan untuk anak didik mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal sehingga dirinya dapat berfungsi di masyarakat. Pendidikan  dalam keberfungsiannya bertanggung jawab untuk memadukan serta memupuk bakat yang di miliki individu termasuk bakat yang istimewa,atau memiliki kecerdasan yang luar biasa (the gifted and talented).pada masa sekarang kita sering mengartikan anak berbakat bukan lagi anak yang memiliki tinggakat kecerdasan atau IQ yang tinggi ,melainkan juga memiliki kreativitas dan motivasi berprestasi.
2.      Kebutuhan akan kreativitas
Ditinjau dari aspek kehidupan, kebutuhan kita akan kreativitas sangatlah terasa.gambaran ini juga terasa dalam bidang pendidikan,dalam pendidikan lebih banyak diajarkan penekanan dalam hal penghafalan dari pada berpikir secara kreatif. Guilford juga mengatakan bahwa penelitian dalam bidang kreativitas sangat kurang yang terutama terhadap kesadaran akan pentingnya kreativitas di bidang luar psikologi.
3.      Kendalam dalam pengembangan kreativitas
Salah satu kendala dalam pengembangan kreativitas adalah pengembangan konseptual  yang mana dikatakan bahwa pendidikan bersifat dimiliki atau tidak dimiliki melalui pendidika. Selain itu kendala konseptual lainnya terdapat dalam alat ukur. Selain kendala konseptual ,ada juga sebab utama lain yang menjadi kendali dalam pengembangan kreativitas yaitu kurangnya pendidikan dan psikologi dan psikologi terhadap kreativitas terletak pada kesulitan merumuskan konsep kreativitas itu sendiri,
4.      Hubungan kreativitas –intelegensi
 Utami Munandar (1977) dari hasil penelitiannya membuktikan bhawa tes kreativitassebagai fungsi kognitif yang bersatu yang dapat dibedakan melalui tes intelegensi.lalu di penelitiannya mengatakan bhawa ada hubungan anatara kreativitas dengan intelegensi.
5.      Peran Intelegensi dan kreativitas terhadap prestasi sekolah
Pendapat para ahli mengenai pern intelegensi dan kreativitas dalam mentukan prestasi disekolah berbeda-beda pendaptnya. Torrance dkk,mengatakan bahwa kreativitas yang tinggi yang dimiliki oleh siswa tidak berbeda dengan intelegensi yang tinggi yang dimiliki mereka. Milgram (1990) menekankan bahwa intelegensi tidak semata-mata dapat meramalkan kreativitas dalam kehidupan seseorang. Adapun tujuan yang ingin dilihat terhadap hubungan intelegensi dan kreatvitas semata-mata untuk melihat tujuan dan jenis pendidikan yang dilakukan disekolah tersebut atau disebut juga dengan diagnostik terbaik (inverted diagnostic)
6.      Sikap kreatif sebagai Non Aptitude Trait dari kreativitas
Berdasarkan penelitian atau analisa faktor menunjukan adanya korelasi yang statis signifikan walaupun rendah,antara ciri non-aptitude(kepercayaan diri,keuletan,apresiasi,estetika dan kemandirian)dan ciri-ciri dari aptitude dari kreativitas kelancaras (anatara kelancarn,kelenturan dan orisinalitas dalam berpikir). Selain itu keberbakatan (giftednes) juga merupakan perpautan antara kemampuan umum,intelegnsi,kreativitas dan pengikat diri terhadap tugas atau motivasi external yang juga merupakan non –aptitude trait.
7.      Sikap guru dan orang tua mengenai kreativitas
Dalam mengembangkan kreativitas anak guu dan orang tua dapat merubah cara mengajar yang menakan anak(otoriter) karena hal ini dapat menghambat pencapaian yang ingin di capai oleh anak,sehingga anak tidak dapat mencapai aktualisasi dirinya.
B.     Dasar pertimbangan untuk pendidikan anak berbakat
Untuk membuat pelayana khusus bagi anak yang berbakat ada beberapa alasan yang di pertimbangkan. Para pakar berpendapat bahwa ika anak betul-betul berbakat ia akan dapat memenuhi kebutuhan pendidikanya sendiri.  Adapula yang beranggapan bahwa jika guru melakukan tugasnya dengan baik, anak berbakat tidak memerlukan perhatian khusus, berbeda dengan mereka yang menyandang ketunaan.

C.    Kebijakan
1.      Kebijakan tentang pelayanan pendidikan anak berbakat
Kebijakan untuk penyelengarana program pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus bagi anak berbakat telah ditulis dalam undang-undnag republik indonesia nomor 2 tahun 1989 yang berhubungan dengan sistem pemdidikan nasional, selain itu perlakuan yang dapat diebrikan terhadap anak berbakat yaitu memberika kombinasi anatara program pengayaan (enrichment)dan program yang memungkinkan percepatan(acceleration)
2.      Kebijakan tentang pengembangan kreativitas
GBHN 1993 menyatakan bahwa pengembangan  kretaivitas(daya cipta)hendaknya dimulai pada usia dini yaitu dilingkungan keluarga sebagai tempat pendidikan utama.secara eksplisit dikatannya juga bahwa setiap jenjang pendidikan anak kreativitas haruslah dipupuk sejak dini.
3.      Peranan kreativitas dalam program pendidikan anak berbakat
Kreativitas yang ada disekolah-sekolah seharusnya memiliki waktu tertentu ,tidak digabungkan dengan jam matakuliah lainnya. Menurut de bono untuk mempraktekkan “kreativitas”sebagai satu mata ajar tersendiri. Hal ini memiliki manfaat tertentu ,namu perlu diperhatikan juga bagaimana kreativitas dapat dikaitkan dengan semua kegiatan didalam kelas.

D.    Konsep kreativitas
1.      Kreativitas dan aktualisasi diri
Menurut psikologi humanistik seperti abraham maslow dan carl rogers, aktualisasi diri ialah apabila seseorang menggunakan semua bakat dan talentanya untuk menjadi apa yang ia mampu dan mengaktualisasikan dirinya atau mewujudkan potensisnya. Menurut maslow aktualisasi diri merupakan karaekteristik yang fundamental , yang dimana setiap potensisal tersebut ada dalam diri manusia sejak lahir.
Rogers menenkankan (1962) bahwa sumber dari kreativitas adalah dorongan untuk mengaktualisasikan dirinya, mewujudkan potesni dan dorongan untuk berkembanga menjadi aktif dalam mengeskpresikan dirinya.
Kreativitas aktualisasi diri merupakan kearifan yang umum dan “content free”.ada banyak program kreativitas yang bertujuan a)meningkatkan kesadaran kreativitas,b)memperkokoh sikap kreativitas dan menghargai gagasan baru,c) mengejarkan teknik menemukan gagasan dan memecahkan masalah secara kreatif. Dan d) melatih kemampuan kratif secara umum, yang bertujuan untuk membantu siswa memahami kreativitas dan mengunakan pendekatan yang kreatif terhadap masalah-masalah pribadi ,akamdemis dan profesional.
2.      Konsep kreativitas dengan pendekatan Empat
Ada 4 jenis defenisi tentang kreatifitas yang disebut oleh Rhodes sebagai “four P’s of Cretivity:yaitu person,proces,press,product”
a.       Defenisi pribadi (person)
Menurut Hulbeck(1945) :tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya .
Menurut stenberg (1988) : kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis yaitu intelegensi,gaya kognitif, dan kepribadian atau motivasi.
b.      Defenisi proses
Menurut torrance (1988) : tindakan yang meliputi seluruh proses kreatif dan ilmiah mulai dari menemukan msalah masalah sampai dengan menyampaikan hasil.
Menurut wallas(1926) : pengembangan kreatifitas melawati beberapa tahapan yaitu tahap persiapan,inkubasi,iluminasi,dan verifikasi.
c.       Defenisi produk
Rogers (dalam Vernon ,1982) menemukakan kriteria untuk produk kretaif yaitu: produk tersebut hasrus nyata, produk itu harus baru,produk itu adalah hasil dari kualitas yang unik individu dalam interaksi dengan lingkungannya.
d.      Defenisi press
Menurut Simpson (dalam Vernon,1982)  press yang dimaksud merujuk pada dorongan internal ,yaitu kemampuan kreatif dirumuskan sebagai “the intiative that one manifests by his power to break away from the usual sequence of thought”.

E.     Konsep anak berbakat dan keberbakatan (Giftedness)
Anak bernakat merujuk pada Istilah yang menunjukkan suatu perkembangan dan pendekatan ‘uni-dimensional’(seperti defini dari terman yang menggunakan intelegensi sebagai kriteria tunggal untuk mengidentifikasikan anak berbakat yaitu, IQ 140) Ke pendekatan multi-dimensional.
1.      Defenisi USOE tentang keberbakatan
Anak berbakat adalah mereka orang-orang yang profesional diidentifikasi sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul. Anak-anak tersebut memerlukan program pendidikan yang berdiferesnsiasi dan atau pelayanan diluar jangkauan program sekolah biasa agar dapat merealisasikan sumbangan mereka terhadap masyarakat maupun untuk pengembangan diri senndiri.
Kemampuan-kemampuan ini meliputi:
-          Kemampuan intelektual umum
-          Kemampuan akademik khusus
-          Kemampuan berpikir kreatif-produktif
-          Kemampuan dalam salah satu bidang seni
Kemampuan psikomotor (seperti dalam olahraga)
Implikasi dan manfaat kedua dari definisi USOE ini ialah tuntutan bahwa anak berbakat memerlukan pelayanan dan program pendidikan khusus sesuai dengan potensi, minat dan kemampuanya.
2.      Konsepsi Renzuli tentang keberbakatan
three-ring conception” ialah Konsepsi lain tentang keberbakatan yang digunakan dalam identifikasi siswa berbakat di Indonesia. Rezulli dan kawan-kawan yang menyatakan bahwa tiga ciri pokok yang merupakan kriterian (persyaratan keberbakatan ialah keterkaitan antara lain :
-          Kemampuan umum di atas rata-rata
-          Kreativitas di atas rata-rata, dan
-          Pengikatan diri terhadap tugas (Task commitmen cukup tinggi)
Suatu defenisi merupakan pernyatan yang diungkapkan secara eksplisit dan menjadi bagian dari kebijakan dan bahkan juga dari peratuan(renzuli 1981). Oleh karena itu penting bahwa suatu defenisi mengetahui tiga kriteria berbakat yakni:
-          Harus berdasarkan riset tentang karakteristik orang berbakat
-          Memberikan arah dalam seleksi dan/atau pengembangan instrumen dan prosedur identifikasi
-          Membenci arah dan berkaitan dengan praktek program, seperti seleksi mencari dan metode instruksi serta seleksi dan pelatihan guru anak berbakat.
Riset tentang individu yang kreatif menunjukan secara konsisten sistem bahwa orang-orang yang mendapat pengakuan karena prestas dan kontribusi mereka yang unik ,dan memiliki tiga kelompok ciri yang berpautan. Oleh karena itu Setiap dari ketiga kelompok ciri-ciri itu sama-sama menentukan keberbakatan. Berikut akan dibahas masing-masing “cluster” ciri-ciri tersebut.
a.       Kemampuan di atas rata-rata (Intelegensi)
Menurut terman (1959) dalam penelitiannya terhadap anak bernakat hanya menggunakan kriteria intelegen dan tulisan-tulisan.
Wallach (1976) menunjukkan bahwa mecapai skor tertinggi padates akademis belum tentu mecerminkan potensi untuk kinerja kreatif/produktif.
b.      Kreativitas  
Kelompok clusser kedua yang dimiliki anak/orang berbakat ialah kreativitas sebagai kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, dan sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.dan akan dibahas lebih rinci lagi dalam bab-bab berikutnya.
c.       Pengikatan diri terhadap tugas
Kelompok karakteristik ketiga yang ditempuh pada individu yang kratif iala peningkatan diri terhadap tugas sebgai bentuk motivasi yang internal yang mendorong seseorang untuk tekun dan ulet mengerjakan tugasnya,meskipun mengalami macam-macam rintangan.
Untuk mendefenisikan keberbakatan itu sendiri memiliki banyak rintangan karena tidak ada yang sesuai pemahamnnya. Begitu juga USEO dan Renzulli. Renzulli (1981) memberikan kritik terhadap defenisi USEO bahwa defenisi tersebut mengabaikan motivasi atau task-commitment sebagai ciri afektif yang penting pada orang berbakat.
Manfaat dari defenisi Renzulli ialah melihat keterkaitan anatar kelompok ciri sebagai persayaratan keberbakatan,kemmapuan umum kreativitas dan motivasi .



I



posted under | 0 Comments

UAS

saat nya mempersiapkan diri , dalam menghadapi uas

posted under | 5 Comments

Laporan Hasil proyek Pendidikan

Nama anggota kelompok :

Diva Olivia Hudi (09-028)
Khairani Rizky (09-030)
Imam Setiawan (09-044)
Rahmi Handayani (09-074)

Silahkan unduh di sini
terima kasih...

posted under | 0 Comments

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI , TUGAS KELOMPOK

Pendidikan anak pada usia dini sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian dan fisiknya di masa depan. Salah satu yang mempengaruhi perkemabangn ini adalah permainan. Permainan yang dilakukan secara optimal dapat mmebuat abak menjadi sehat, cerdas dan berhasil.

Pendidikan berlangsung sejak anak lahir. Pendidik yang pertama kali adalah ibu dan bapak kita. pendidik ini sanagt menentukan proses pembentukan pribadi anak. pengasuhan anak yang optimal akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Piaget menegaskan bahwAa bentuk tertinggi dari kecerdasan logis dapat ditelusuri hingga ke asalnya di dalam tubuh. Sebab mulai dari pertama kehidupan, tubuh bayi dengan aktif meneliti dunia dan membuat kerangka dasar yang berfungsi sebagai fondasi semua pikiran berikutnya.

Sangat penting untuk mendidik anak sesuai dengan potensi yang dimilikinya masing-masing. Karena hal ini dapat mempengaruhi perkembangannya dimasa yang akan datang. Slaah satu hal yang dapat menunjang perkembangan anak adalah permainan. Kebanyakan anak akan merasa senang pada saat bermain. Berbagai permainan perlu disediakan baik untuk pekembangan motorik halus ataupun kasar anak. permaianan dapat dilakukan di dalam atauoun di luar kelas. hal ini bertujuan agar potensi anak dapat berkembang secara optimal.

Mendidik anak agar cerdas, kreatif dan terampil harus dimulai sejak usia dini. Selain mencerdaskan manusia, juga diimbangi dengan pembentukan moral, sebab kemampuan intelektual menghasilkan kemakmuran yang modernisasisedang gerakan moral bertujuan bertujuan membangun komunitas yang cerdas dan beradab. Anak sejak lahir memiliki potensi yang berbeda-beda, oleh karena itu perlu diberi dorongan, bimbingan dan pengaruh positif agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pemberian kegiatan pada anak perlu disesuaikan dengan kematangan dan perkembangan anak, sehingga nanti dapat menjadi anak yang cerdas, sehat dan ceria.

Tahun pertama kehidupan merupakan periode perkembangan yang kritis, menetapkan dasar-dasar untuk kognitif masa dewasa kemudian dan fungsi emosionalnya. Anak-anak dengan usia yang sama dalam kualitas pengasuhan yang lebih tinggi menunjukkan perkembangan bahasa yang lebih baik, kompetensi sosial, kemampuan untuk meregulasikan perilaku mereka sendiri dan kemampuan akademik yang leboh baik daripada anak dengan pola pengasuhan yang lebih rendah. Diduga bahwa akibat dari pengasuhan bukan dengan orang tua pada perkembangan anak tergantung terhadap kebutuhan tambahan pembelajaran dari luar yang diterima melalui pengasuhan dengan orang tua. Menurut penelitian, pengasuhan anak dengan kualitas tinggi mungkin memperbaiki perkembangan dalam diri anak-anak yanng lingkungan rumahnya kurang rangsangan ataupun dalam keadaan stress.

Selama lima dekade terakhir, pemerintah New York telah menginvestasikan biaya untuk kesempatan mendapatkan child care dan pendidikan usia dini pada anak umur 3 dan 4 tahun dari keluarga yang kurang mampu. Pembuat kebijakan dan orangtua ingin mengetahui tingkatan atau batas dalam kualitas interaksi antara guru dan murid dan instruksi sengaja untuk menghasilkan anak yang lebih baik terhadap keefisienan child care untuk meningkatkan kesiapan sekolah anak. Hasil sosial dan akademik dari anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu diprediksikan sebagai alat ukur terhadap interaksi guru dan murid dan kualitasnya dalam analisa data yang dilakukan terhadap murid pra-TK dalam 11 wilayah. Penemuan menunjukkan bahwa interaksi guru dan murid merupakan alat prediksi yang kuat terhadap tingkat permasalah perilaku yang lebih tinggi dari anak yang berasal dari keluarga mampu dengan anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selanjutny, penemuan ini menunjukkan bahwa kualitas instruksi berhubungan dengan bahasa, membaca dan keterampilan matematika lebih bagus dalam kualitas kelas yang tinggi daipada kualitas kelas yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas kelas yang lebih tinggi mungkin diperlukan untuk meningkatkan kualitas hasil sosial dan akademik pada program pra-TK untuk anak yang kurang mampu.

Masa usia dini merupakan periode kritis dalam perkembangan anak sehingga diperlukan upaya pengembangan secara menyeluruh dengan memberikan rangsangan bagi mental, intelektual, emosional, moral dan sosila yang tepat agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Upaya pengembanagn tersebut di Indonesia disebut dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),, berupa penerapan curicullum plus dalam bidang pemantauan dan perkembangan anak. PAUD didefenisikan sebagai suatu upaya pembinaan yang ditujukan pada anak sejak usia dini yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembanngan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar dan tahap kehidupan berikutnya.

Sumber:

http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.93-99%20Optimalisasi%20Tumbuh%20Kembang.pdf

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:-S16iBeMigIJ:static.schoolrack.com/files/21797/62991/heru_swn-pengaruh_pelatihan_ddst.doc+jurnal+psikologi+pendidikan+anak+usia+dini&cd=78&hl=id&ct=clnk&gl=id

http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&db=a3h&AN=48454120&site=ehost-live

http://proquest.umi.com/pqdweb?index=1&did=66889673&SrchMode=1&sid=1&Fmt=6&VInst=PROD&VType=PQD&RQT=309&VName=PQD&TS=1271218486&clientId=63928&cfc=1


Kelompok VI :

posted under | 0 Comments
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Followers


Recent Comments